Ketika Anda mencoba berkomunikasi dengan Tuhan, mungkin tempat ini
bisa dijadikan alternatif untuk menemukan kedamaian. Adalah biara yang
terletak di sisi tebing. Biara ini dipercaya sebagai cara untuk
menemukan kedamaian dan ketenangan hati, jika anda bisa melakukannya.
Tetapi,
memang, tidak ada masalah bagi para arsitek yang mendirikan sebuah
biara yang sepertinya mustahil dibangun ini. Dibangun di atas ketinggian
yang curam di sisi pegunungan, mereka memastikan bahwa hanya pengikut
yang benar-benar mengabdikan dirinya pada Tuhan yang dapat bergabung
bersama mereka saat memanjatkan doa.
Menegangkan:
ini melekat di sisi pegunungan Huasahan di China dan biara ini hanya
bisa dijangkau melalui jalan curam dan berbahaya.
Lebih
dekat dengan Tuhan: Biara Taktshang Tiger's Nest melekat pada tebing
dengan ketinggian 2,300 kaki di atas dasar lembah Paro di Bhutan.
Sangat
terisolasi: menurut legenda, biara Tiger's Nest diambil dari nama
'Buddha kedua', Guru Padmasambhava, yang melakukan perjalanan ke tempat
para harimau berada.
Antara
batu dan tebing: Holy Trinity adalah bagian dari Meteora – bila
diterjemahkan 'tertahan di udara' – semua biara di Yunani, merupakan
salah satu koleksi bangunan terbesar di negara ini.
Beberapa
biara hanya bisa diakses melalui jalanan yang curam dan tersembunyi
agar tempat tersebut terasingkan dan para umat tidak terganggu dalam
mencari kebangkitan spiritual. Yang paling berbahaya adalah sebuah biara
yang menggantung dan sepertinya dibangun menggunakan hukum fisika di
sisi gunung Huashan di Cina. Terletak 75 mil dari timur kota Xi’an di
provinsi Shaanxi, gunung Huashan dikenal sebagai ‘Pegunungan yang paling
terjal’. Gunung ini adalah salah satu dari lima gunung suci di Cina.
Ini adalah rumah bagi beberapa kuil Tao berpengaruh saat para Kaisar
Dinasti melakukan ziarah, dan membuat Mt Huashan sebagai tanah suci
Taoisme.
Rangsangan-Vertigo:
Biara Sumela yang ada di Turki didirikan pada 386AD setelah dua orang
pemimpin agama menemukan simbol ajaib dari Virgin Mary di dalam gua di
gunung.
Berdoa
diatas ketinggian 3,900 kaki: Pengunjung melihat-lihat bangunan dari
biara Sumela yang sudah didirikan sejak lama, di selatan pantai Laut
Hitam, selama masa pemerintahan Kerajaan Theodosius I
Jangan
melihat ke bawah! Biara-biara Agios Nikolaos Anapafsas (kiri) dan Agia
Roussanou (kanan) di Yunani, yang membentuk bagian kompleks bangunan
berbahaya dari Meteora.
Bersiap
untuk ketinggian: pendaki gunung Perancis Catherine Destivelle selama
perjalanannya mendaki dari Rocher Saint Esprit, di Meteora, dengan biara
Roussanou yang terletak pada kumpulan biara yang paralel (kanan)
Jalan menuju sebuah pencerahan: Adegan menakjubkan dari biara Roussanou yang menjadi tempat paling tenang di dunia.
Keseimbangan perilaku: biara Roussanou di dasar menara batu di Meteora, Yunani dalam gambar yang diambil pada tahun 1985
Menantang
sebuah keberanian: Seorang laki-laki digantung diatas ketinggian 250
kaki dalam sebuah jaring, satu-satunya cara untuk mengakses biara dari
St Barlaam (kanan), yang juga membentuk bagian dari Meteora kompleks di
Yunani
Di Bhutan, Biara Taktshang Tiger’s Nest melekat
pada tebing 2,300 kaki di atas dasar lembah Paro. Menurut legenda, biara
Tiger’s Nest diambil dari nama ‘Buddha kedua’, Guru Padmasambhava, yang
melakukan perjalanan ke tempat para harimau berada. Beberapa pengunjung
dilaporkan jatuh ke dasar lembah pada saat perjalanan menuju biara,
setelah diketahui penyebabnya rupanya mereka terpeleset dari pijakannya.
Tapi keinginan untuk membangun biara di tempat rangsangan-vertigo tidak
hanya sebatas pada negara-negara Asia saja. Turki mempunyai, biara
Sumela, berdiri di ketinggian 3.900 kaki.
Kekayaan
warisan: Reruntuhan Sigiriya, atau batu singa, di tengah wilayah Matale
di Sri Lanka, yang digunakan sebagai sebuah biara dari sekitar abad
ke-5 SM
Bangunan Megah: Pengunjung menaiki tangga kuno, yang berisi gua-gua dan dipersiapkan oleh para pemuja Buddha Sangha
Tenggelam
dalam sejarah: Kaki dan cakar singa masih utuh di kedua sisi pintu
benteng, tetapi kepala patungnya sudah hilang pada tahun-tahun
sebelumnya.
Pemandangan
indah: Pemandangan yang sangat luar biasa, gambar ini diambil saat
waktu fajar, di antara kuil dan biara dibangun yang berasal dari 'tempat
keluarnya cairan vulkanik'
Memberi
kemudahan: Pengunjung mendaki diatas tangga batu menuju candi dan
benteng Sigiriya, tapi jalur ini tidak berbahaya jika dibandingkan
dengan orang yang mengunjungi biara lain
Pemandangan
Indah: Sigiriya dikelilingi dengan bentuk simetris perkebunan air yang
meluas hingga ke kaki batu. Ini adalah salah satu dari delapan Bangunan
Warisan di Sri Lanka
Dibuat pada saat 386AD, selama masa
pemerintahan Teodosius Emporer I,setelah dua orang pemimpin agama
menemukan simbol ajaib dari Virgin Mary di dalam gua di gunung. Dengan
sebagian besar bebatuan, agak sulit untuk mengaksesnya. Di Yunani, biara
Roussanou hanya dapat diakses oleh keranjang yang diangkat oleh katrol,
sampai jalanan, pijakan dan jembatannya didirikan pada awal 1920an.
Biara ini adalah salah satu dari enam biara yang aktif di kompleks
Meteora, salah satu yang terbesar dan yang paling maju perkembangannya,
ada di belakang Gunung Athos. Biara-biara ini dibangun di atas batu alam
pinnacles dekat Pinios.
Panorama:
Biara St Stephen, bagian dari Meteora kompleks di Yunani, yang dibangun
pada pertengahan abad ke 16 dan di dekorasi ulang sekitar tahun 1545
Sebuah
peninggalan diatas bukit: Daripada melekatkan ukiran-ukuran itu, kuil
ini diukir ke sebuah batu yang ada di wilayah Cappadocia di Turkey.
Lukisan dinding ini dapat dilihat di sekitar pintu masuk.
Bangunan
arsitektur yang menakjubkan, yang juga tempat menaruh batu di pusat
pembangunannya, adalah Sigiriya, atau patung singa, di tengah wilayah
Matale di Sri Lanka. Dibangun diatas’tempat keluarnya cairan vulkanik’,
di kota suci berisi reruntuhan kuil aslinya, sebelum 500AD. Kaki dan
cakar singa masih utuh di kedua sisi pintu benteng, tetapi kepala
patungnya sudah hilang pada tahun-tahun sebelumnya. Ini adalah salah
satu dari delapan Bangunan Warisan di Sri Lanka.(windhorsetours/rei)
Hingga
ke tebing paling tinggi: Biara Kudus Monastery dari Saint Nicholas
Anapausas di Meteora, Yunani, yang dibangun pada abad ke 16 dan dihiasai
dengan pelukis Cretan yang bernama Theophanis Strelitzas pada 1527